Seandainya Jokowi mau…

 

Oleh FAHD PAHDEPIE

SEANDAINYA Jokowi mau, ia bisa memberikan banyak keuntungan untuk diri dan keluarganya. Ia adalah presiden Indonesia dengan segala kewenangan dan kuasa tertinggi di negeri ini. Aksesnya kelas satu. Banyak pihak berkepentingan dengannya. Banyak pengusaha dan konglomerat mendatanginya. Ia bisa melakukan apa saja untuk memperkaya diri, memanfaatkan kesempatan yang ada. Kalau ia tak mau, katakanlah karena citra yang terlanjur melekat padanya, ia bisa meminta keluarganya atau orang-orang terdekatnya untuk mengambil keuntungan dari posisinya sebagai seorang kepala negara. Tetapi Jokowi tak melakukannya.

Seandainya Jokowi mau, ia bisa memberikan banyak fasilitas untuk putera sulungnya, Gibran Rakabuming, yang sedang merintis bisnis. Jika Gibran tak mau ‘main proyek’, kalau Jokowi mau, minimal Gibran bisa diberikan akses kepada pengusaha-pengusaha yang cari muka di depan presiden. Gibran bisa berbisnis apa saja, dari properti, tambang, hingga minyak. Apapun yang besar dan megah. Yang segera membuatnya kaya raya. Tetapi Jokowi tak melakukan itu, Gibran juga punya keberanian luar biasa untuk tak belindung di ketiak bapaknya.

Sejujurnya, pada pandangan pertama, saya tak suka pada Gibran. Ia terlihat sosok yang angkuh. Parasnya terkesan sombong. Tetapi, lama kelamaan saya bisa mengerti mengapa Gibran tumbuh menjadi sosok yang ingin terlihat kuat. Ia ingin menjadi dirinya sendiri. Menjadi putera sulung seorang pejabat tinggi bukanlah sesuatu yang mudah… Jika gagal, ia dicap mempermalukan keluarga. Jika berhasil, sering dianggap hanya memanfaatkan koneksi dan fasilitas yang ada. Gibran tak mau itu terjadi. Ia ingin menjadi sosok yang berdiri di atas kakinya sendiri, ia ingin sukses karena apa yang ia lakukan. Ia tumbuh dengan perasaan itu sepanjang waktu, dengan ketangguhan dan daya juang itu di dalam dirinya…

Gibran tak meneruskan bisnis bapaknya di bidang ekspor-impor kayu dan meubel. Ia membangun imperiumnya sendiri. Meski kurang keren kedengarannya, Gibran berbisnis catering dan berjualan martabak. Kalau sekarang usahanya sukses, kira-kira proyek pemerintah apa yang melibatkan martabak? Berapa piring catering yang harus ia patgulipatkan kalau Gibran berusaha KKN dengan jabatan bapaknya? Sejauh yang saya tahu, Gibran tak melakukan itu. Silakan Anda cek sendiri.

Jika Jokowi mau, si bungsu Kaesang Pangarep bisa ia sekolahkan di mana saja. Kaesang bisa mendapatkan banyak fasilitas mewah sebagai putera seorang Presiden. Tetapi, tidak… Di Singapura, Kaesang adalah pelajar Indonesia biasa. Yang mengantre laundry dan mencari gerai makanan yang memberikan diskonan. Belakangan Kaesang berbisnis pisang nugget yang ia beri nama Sang Pisang. Kaesang tak mau memanfaatkan koneksi dan jabatan bapaknya. Kaesang ingin mengikuti jejak kakaknya yang sukses karena usaha sendiri. Anak-anak Jokowi tumbuh dengan mentalitas itu.

Lalu kita lihat Kahiyang Ayu yang anggun dan sederhana, puteri Jokowi, sahabat terdekat Ibu Iriana. Kemudian lihat adik-adik Jokowi. Lihat keluarga besarnya. Sulit kita temukan fakta mereka cawe-cawe dengan urusan Pak Jokowi sebagai seorang pejabat negara. Di tengah kelaziman keluarga pejabat yang memanfaatkan posisi sang pejabat, meski hanya untuk mendapatkan fasilitas, pengakuan, dan penghormatan lebih… Kita tak melihat semua itu pada keluarga Jokowi. Keluarga Jokowi tampil bersahaja, tak bersentuhan dengan kekuasaan, tak berusaha memanfaatkan keadaan, jauh dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

Jika Jokowi mau, ia akan memperkaya diri sendiri. Berbuat curang untuk kepentingan keluarganya. Tetapi Jokowi bukan orang seperti itu. Bahkan di istana, ia memilih untuk tinggal di salah satu paviliun saja. Yang tak terlalu besar dan sederhana… “Sebab itu cukup,” katanya.

Tentang semangat menjauhi KKN, Jokowi memulai semuanya dari dirinya sendiri dan keluarganya. Ia hanya ingin bekerja untuk rakyat. Mengabdi, memberi, berbakti… Bila bagi Anda ini tampak sederhana. Saya beri tahu faktanya: Di negara dengan sejarah dan kultur KKN yang akut nan mengakar, ini sesuatu yang luar biasa!

Tabik!

Sumber : Status Facebook FAHD PAHDEPIE

http://redaksiindonesia.com/read/seandainya-jokowi-mau.html

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published.