Kabinet Jokowi fokus banteras rasuah, mudahkan pelaburan asing di Indonesia

0
610
FOTO: JP/Seto Wardhana

Oleh YUSOFF AHMAD SHARIFF

JAKARTA – Dalam keadaan ekonomi global tidak menentu berserta harapan rakyat Indonesia untuk melihat prospek perkembangan lebih baik dan tahap tadbir urus lebih tinggi, Presiden Joko Widodo hari ini mengumumkan barisan kabinet baharunya yang terdiri daripada ahli politik pelbagai parti dan tokoh profesional seperti pengasas Gojek.

Bagi Jokowi susunan sedemikian merupakan pasukan kepimpinan progresif dan proaktif untuk memacu pembangunan manusia, perbanyakan peluang pekerjaan dan meluaskan peluang bagi usahawan kecil dan sederhana bawah pemerintahan Indonesia Maju.

Terutama dalam ucapan sulungnya Jokowi memberi amaran kepada menteri-menteri baharu agar tidak membabitkan diri dalam rasuah, tetapi sebaliknya mewujudkan sebuah sistem yang mampu mengekang gejala tersebut.

Menurut akhbar Straits Times Singapura, beliau juga mengingatkan kesemua 34 anggota kabinet Indonesia Maju supaya tidak terperangkap dengan rutin kebiasaan kerana jika terdapat mana-mana menteri yang tidak menunjukkan prestasi mereka akan digantikan bila-bila masa sepanjang penggal lima tahun kepimpinannya.

Jokowi mengekalkan kedudukan Dr Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri kewangan dan Luhut Pandjaitan sebagai menteri penyelaras hal ehwal maritim dan pelaburan.

Lebih satu pertiga daripada kabinet Jokowi terdiri daripada muka-muka lama dengan 40 peratus merupakan ahli politik.

Turut dilantik, Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan.

Berikut adalah senarai penuh Kabinet Indonesia Maju:

1. Menteri Koordinator Bidang Polhukam: Mahfud MD
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy
4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
5. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
6. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
7. Menteri Dalam Negeri: Jenderal (Pol) Tito Karnavian
8. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
9. Menteri Agama: Jenderal Fachrul Razy
10. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna Laoly
11. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
13. Menteri Kesehatan: dr Terawan
14. Menteri Sosial: Juliari Batubara
15. Menteri Tenaga Kerja: Ida Fauziyah
16. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
17. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
18. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
19. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
20. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
21. Menteri Komunikasi dan Informasi: Johnny G Plate
22. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
23. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
24. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
25. Menteri Desa dan PDTT: Abdul Halim Iskandar
26. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
27. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
28. Menteri PAN-RB: Tjahjo Kumolo
29. Menteri BUMN: Erick Thohir
30. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki
31. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
32. Menteri PPA: I Gusti Ayu Bintang Darmawati
33. Menristek Bambang Brodjonegoro
34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali
35. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
36. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
37. Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia
38. Jaksa Agung: Burhanudin

-BebasNews

Please follow and like us:
error

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here